RIZKY AFTARIA
Kamis, 26 Februari 2009
TUGAS TIK
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 08.52 0 komentar
Label: TUGAS 2
Kamis, 19 Februari 2009
Rabu, 11 Februari 2009
REMAJA DAN CINTA
Siapa sih yang ga kenal dengan yang namanya cinta?Cinta gitu lho! Adek gue yang masih es de sampe nenek gue yang udah uzur aja tau apa itu cinta.Apalagi remaja.Waduh!ini dia tingkatan usia yang pasti kenal dengan yang namanya cinta.Apa-apa cinta!Mau gini cinta!ingat si Anu cinta!Pokoke semuanya cinta deh.
Maklum aja remaja semangatnya masih berapi-api tapi jangan sampe terbakar yah. Soalnya remaja belum bisa me-manage hati dan pikirannya sendiri.Bisa-bisa remaja bisa terjerumus ke dalam sisi gelap cinta yaitu LUPA DIRI!
Sebenarnya cinta itu apa?Hebatnya dimana?Bisanya apa?
Cinta itu,,,C-I-N-T-A.Lima huruf yang memiliki sejuta makna.Lima huruf yang bisa bikin orang nangis bombay,ketawa-ketiwi gak jelas sampe bunuh diri! Waduh cinta seram juga yah! Eits tunggu dulu..Bukannya cinta itu indah?Cinta emang indah tapi ingat ga selamanya yang indah itu cinta.Siapa tau luarnya indah tapi dalamnya,,,Naujibileh.Amit-amit dah. Kadang-kadang kita mengejar keindahan jarena yakin di dalam keindahan itu terdapat cinta.Padahal cinta itu ga selamanya terbungkus dalam kertas kado yang indah, siapa tau cinta yang indah itu bisa kita temukan dalam kantong kresek atau dalam amplop bulukan yang kotoor banget.
Cinta ga bisa di tebak datangnya kapan,lewat mana,datang pake apa.Cinta itu ada dimana-dimana cuman sayangnya,mata hati kita ga terbuka dimana-mana.Atau memang hati kita ga punya mata?Ngga dong!Setiap hati punya mata koq.Tapi kebanyakan kita ga bisa buka mata hati.
Kembali lagi pada persoalan remaja,remaja belum bisa me-manage hatinya dengan baik.so mata hatinya pun belum bisa melek untuk melihat apa itu cinta.
Cinta itu indah koq.Beneran!Dan keindahan itu Cuma bisa kita dapatkan saat kita benar-benar mau membuka mata hati kita.Karena cinta itu dari hati.Abstrak.Jadi Cuma mata hati yang bisa lihat keindahan cinta.Jadi buat para remaja,hati-hati dalam hal cinta.Siapa tau lo nemuin cinta dalam kantong kresek.
Don’t judge a book by its cover.ok?!
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 09.41 0 komentar
Senin, 09 Februari 2009
TugasQ kowdonkz
Mengecam Kekerasan Terhadap Kebebasan Pers
Tak ada demokrasi tanpa kebebasan berpendapat. Kebebasan berpendapat merupakan salah satu hak paling mendasar dalam kehidupan bernegara. Pasal 19 DUHAM menyebutkan:
Setiap orang berhak atas kebebasan memiliki dan mengeluarkan pendapat. Dalam hal ini, termasuk memiliki pendapat tanpa gangguan dan untuk mencari, menerima, serta menyampaikan informasi dan buah pikiran melalui media massa, dengan tidak memandang batas.
Sesuai Prinsip Hukum dan Demokrasi, bahwa perlindungan hukum dan kepastian hukum dalam menegakkan hukum perlu ada keterbukaan dan pelibatan peran serta masyarakat. Untuk itu, kebebasan pers, hak wartawan dalam menjalankan fungsi mencari dan menyebarkan informasi harus dipenuhi, dihormati, dan dilindungi.
Ancaman terhadap kebebasan pers di Indonesia, umumnya datang dari dua pihak, yakni penguasa dan pemodal. Bentuk ancaman tersebut umumnya terjadi pada masa Orde Baru. Namun, setelah reformasi, keadaan berubah. Harus diakui keterbukaan informasi mulai terjadi. Pers bebas memberitakan segala tindak tanduk pemerintah, khususnya setelah UU Pers yang baru, UU No. 40 tahun 1999 ditetapkan. DALAM alam demokrasi, kebebasan pers adalah niscaya. Kebebasan pers diperlukan untuk menjamin hak masyarakat atas informasi.
Selain itu, kontrol sosial yang dilakukan pers akan berjalan signifikan jika diberikan ruang kebebasan. Adalah tak berlebihan jika pers pun acap dikatakan sebagai kekuatan keempat dalam negara demokrasi—di luar trias politica.
Memang diakui jika kebebasan pers menyimpan dilema tersendiri. Di satu sisi kebebasan pers dibutuhkan untuk “menyehatkan” iklim demokrasi, namun di sisi lain pers digugat karena sering kali menyebarkan virus negatif. Pernah dikatakan filsuf Perancis, Albert Camus, bahwa pers yang tidak bebas pasti berdampak buruk, sedangkan pers yang bebas bisa berdampak baik, tetapi juga bisa berdampak buruk. Adanya efek positif dan negatif dari kebebasan pers boleh jadi memang seperti dua sisi mata uang tak terpisahkan. Pertanyaan lebih lanjut, sikap tepat apa yang harus dilakukan terkait efek negatif dari kebebasan pers?
Menyikapi efek negatif dari kebebasan pers dengan cara penyensoran, pembreidelan, ataupun pelarangan tentu bukan lagi tepat di masa kini. Cara-cara seperti itu memungkinkan tumbuhnya otoritarianisme yang memandang kebenaran dari satu sudut pandang. Justru penyikapan paling tepat adalah pemberdayaan masyarakat untuk menilai keberadaan pers. Pernyataan sikap berbentuk teguran yang biasa dilancarkan selama ini cenderung kurang efektif jika tak dibarengi dengan upaya pencerdasan masyarakat.
Harus disadari jika eksistensi pers tak bebas kepentingan. Dalam kehidupan negara yang otoriter seperti pada era Orde Baru, pers dikendalikan oleh kekuatan negara. Apapun yang tidak selaras dengan keinginan dan ambisi negara, pers akan berada di ujung tanduk. Adapun pada saat ini diyakini jika kekuatan pasar amat digdaya memengaruhi kehidupan pers. Malah daya pengaruh dari kekuatan pasar cenderung tak kuasa dilawan karena sifatnya sering kali tak kasat mata. Jika pun istilah pers demokrasi dimunculkan untuk “menandingi” kekuatan negara dan pasar, tak berarti pers demokrasi benar-benar bebas kepentingan. Entah baik atau buruk, pers tetap menghasung visi dan misi sehingga anggapan ada pers bebas kepentingan bisa dikatakan salah kaprah.
Pada titik inilah alam pikiran kita diajak untuk merumuskan arah dari pers (yang) tak (pernah) bebas kepentingan itu. Idealnya, pers bergerak untuk kepentingan masyarakat dengan mengutamakan asas kebenaran. Multitafsir atas kebenaran di-“olah rasa” dengan nurani. Pers yang bernurani akan bergerak beralaskan prinsip moral dan tidak hanyut dalam kepentingan pasar yang kadang-kadang menyesatkan.
Intinya, nurani pers menjadi resep ampuh memelihara kebebasan pers. Resep ampuh menangkal efek negatif dari kebebasan pers bukan dengan cara-cara usang seperti pembreidelan, penyensoran, ataupun pelarangan, tapi “menuranikan” kehidupan pers itu sendiri. Di samping itu, sebagaimana diutarakan di muka, masyarakat harus diproyeksikan menjadi “pemegang kendali pers” yang kuasa menilai baik buruknya pers. Mencerdaskan masyarakat untuk berhadapan dengan kebebasan pers adalah keniscayaan karena pers pada dasarnya lahir dari, oleh, dan untuk masyarakat. Wallahu a'lam.
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 20.05 0 komentar
Sabtu, 07 Februari 2009
My personality type:
People-oriented and fun-loving, they make things more fun for others by their enjoyment. Living for the moment, they love new experiences. They dislike theory and impersonal analysis. Interested in serving others. Likely to be the center of attention in social situations. Well-developed common sense and practical ability.
Careers that could i fit include:
Actors, painters, comedians, adult entertainers, sales representatives, teachers, counselors, social workers, child care, fashion designers, interior decorators, consultants, photographers, musicians, human resources managers, clerical supervisors, coaches, factory supervisors, food service workers, receptionists, recreation workers, religious educators, respiratory therapists.
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 12.38 0 komentar
BANGSA
Manusia terbahagi dalam bangsa, negara dan segala perbatasan. Tanah airku adalah alam semesta. Aku warganegara dunia kemanusiaan.
KESENANGAN
Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka bekasnya. Tawa dan airmata datang dari sumber yang sama.
Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan;
WARISAN
Manusia yang memperoleh kekayaannya oleh kerana warisan, membangun istananya dengan yang orang-orang miskin yang lemah.
RESAH HATI
Jika manusia kehilangan sahabatnya, dia akan melihat sekitarnya dan akan melihat sahabat-sahabatnya datang dan menghiburkannya. Akan tetapi apabila hati manusia kehilangan kedamaiannya, dimanakah dia akan menemukannya, bagaimanakah dia akan bisa
memperolehinya kembali?
JIWA
Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan kerana alasan duniawi dan dipisahkan di hujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta… terus hidup… sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan.
LUAHAN
Setitiss airmata menyatukanku dengan mereka yang patah hati; seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam kewujudan… Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan…dari aku hidup menjemukan dan putus asa.
LAGU KEINDAHAN
Jika kamu menyanyikan lagu tentang keindahan, walau sendirian di puncak gurun, kamu akan didengari.
DIRI
Dirimu terdiri dari dua; satu membayangkan ia mengetahui dirinya dan yang satu lagi membayangkan bahawa orang lain mengetahui ia.
TEMAN MENANGIS
Kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa denganmu, tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis denganmu.
PEMAHAMAN DIRI
Orang-orang berkata, jika ada yang dapat memahami dirinya sendiri, ia akan dapat memahami semua orang. Tapi aku berkata, jika ada yang mencintai orang lain, ia dapat mempelajari sesuatu tentang dirinya sendiri.
HATI LELAKI
Ramai wanita yang meminjam hati laki-laki; tapi sangat sedikit yang mampu memilikinya.
PENULIS
Kebanyakan penulis menampal fikiran-fikiran mereka yang tidak karuan dengan bahan tampalan daripada kamus.
HARTA BENDA
Harta benda yang tak punya batas, membunuh manusia perlahan dengan kepuasan yang berbisa. Kasih sayang membangunkannya dan pedih peri nestapa membuka jiwanya.
OBOR HATI
Tuhan telah menyalakan obor dalam hatimu yang memancarkan cahaya pengetahuan dan keindahan; sungguh berdosa jika kita memadamkannya dan mencampakkannya dalam abu.
KESEPIAN
Kesepianku lahir ketika orang-orang memuji kelemahan-kelemahanku yang ramah dan menyalahkan kebajikan-kebajikanku yang pendiam.
KEABADIAN PANTAI
Aku berjalan selalu di pantai ini. Antara pasir dan buih, Air pasang bakal menghapus jejakku. Dan angin kencang menyembur hilang buih putih. Namun lautan dan pantai akan tinggal abadi
MEMAHAMI TEMAN
Jika kamu tidak memahami teman kamu dalam semua keadaan, maka kamu tidak akan pernah memahaminya sampai bila-bila.
MANUSIA SAMA
Jika di dunia ini ada dua orang yang sama, maka dunia tidak akan cukup besar untuk menampung mereka.
MENCINTAI
Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia, sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut dari manusia penuh berkat yang mencinta.
CERMIN DIRI
Ketika aku berdiri bagaikan sebuah cermin jernih di hadapanmu,
kamu memandang ke dalam diriku dan melihat bayanganmu. Kemudian kamu berkata,
Aku cinta kamu.
Tetapi sebenarnya, kamu mencintai dirimu dalam diriku
KEBIJAKSANAAN
Kebijaksanaan tidak lagi merupakan kebijaksanaan apabila ia menjadi terlalu angkuh untuk menangis, terlalu serius untuk tertawa, dan terlalu egois untuk melihat yang lain kecuali dirinya sendiri.
KEBENARAN
Diperlukan dua orang untuk menemui kebenaran; satu untuk mengucapkannya dan satu lagi untuk memahaminya.
NYANYIAN PANTAI
Apakah nyanyian laut berakhir di pantai atau dalam hati-hati mereka yang mendengarnya?
Klik disini untuk melanjutkan »»
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 11.56 0 komentar
aku tak mengerti apa yg kurasakan saat ini,,,rasanya terlalu cepat waktu berlalu dan tanpa kusadari,perasaan yang dulunya ku sebut cinta perlahan berganti menjadi benci yang tertanam kuat dalam hatiku...
AKU benci dia,,!Dan sebisa mgkin aq harus menghapus dia dari pikiranku,hatiku dan kehidupanku.
HARUS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 09.58 0 komentar