Analisis Pembangunan Rumah Toko (Ruko )
Dewasa ini, pembangunan kota Makassar sedang pesat- pesatnya. Dimulai dengan mega proyek Flyover, dan pembangunan infrastruktur kota lainnya. Hal ini menyebabkan Makassar menjadi salah satu kota yang paling pesat pembangunannya di Indonesia timur.
Namun, di balik semua itu, ternyata struktur tata ruang kota Makassar ternyata paling ambruadul, dan tak beraturan. Salah satu contoh adalah keberadaan rumah toko (ruko). Pembangunan tempat- tempat ini di seantero kota Makassar menimbulkan dampak yang luar biasa. Dari segi perekonomian, keberadaan ruko ruko tersebut semakin meningkatkan ratio perdagangan dan perputaran rupiah di kota daeng ini. Namun, tak dapat di pungkiri, dengan menjamurnya ruko, menyebabkan penyempitan lahah yang cukup signifikan di kota Makassar. Salah satu masalah yang paling tampak adalah posisi ruko yang tepat berada di sisi jalan poros kota. Setiap hari, kita bisa menyaksikan titik kemacetan di kota Makassar hampir selalu terjadi di depat pusat pertokoan/perbelanjaan. Bahkan keberadaan aparat yang mengatur lalu lintas pun seakan tidak ada artinya dengan antrian kendaraan yang terjebak macet setiap pagi. Lalu di mana letak permasalahannya??
Ternyata, menurut dinas tata ruang kota, masalahnya terletak pada kelalaian pihak pemilik ruko yang tidak menyediakan lahan parkir yang memadai, sehingga masyarakat yang singgah berbelanja, memarkir kendaraannya di bahu jalan, yang tentu saja mempersempit jalur kendaraan yang melintas. Namun ada satu pendapat controversial yang timbul di masayarakat, yang mengatakan bahwa masalah ini terjadi dan semakin berlarut-larut karena kelalian pihak tata ruang kota, yang seenaknya member izin mendirikan bangunan (IMB ) tanpa terlebih dahulu melakukan survey lokasi.
Memang, tak dapat di pungkiri bahwa arus pasar global mau tidak mau, mendesak pihak pemprov untuk meningkatkan ratio perdagangan, salah satu caranya dengan menambah infratstruktur pendukung, seperti pasar modern, atau yang lebih di kenal dengan nama swalayan. Selain itu, juga memberikan dukungan sebesar-besarnya kepada pemilik modal yang ingin ikut meramaikan perdagangan di kota ini.
Hal ini secara politis mempengaruhi pemilik modal, terutama dari luar yang tertarik untuk berinvestasi di Makassar, namun tak dapat kita pungkiri, tersisihnya orang orang local bermodal kecil adalah salah satu dampak negatif yang nyata saat ini. Kini masayakat kota Makassar lebih tertarik untuk berbelanja di swalayan daripada di pasar-pasar tradisional yang mulai sepi konsumen. Dengan segala kenyamanan sarana dan prasarana yang tersedia di swalayan, masyarakat cenderung lebih memilih swalayan, meski harus mengeluarkan uang ekstra untuk itu.
Kenyataan ini, secara tidak langsung menjadi dilema bagi pemerintah kota. Di satu sisi ingin memberi tindakan tegas bagi ruko atau pusat perbelanjaan yang tidak memiliki fasilitas yang telah di tentukan, itu sama saja dengan menjauhkan investor. Klo tidak di tindak, justru pemkot yang dapat hujatan dari masyarakat. Yah, itulah resiko yang harus di jalani oleh sebuah kota yang sedang berkembang.
Minggu, 13 September 2009
PEMBANGUNAN KOTA MAKASSAR
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 21.03 0 komentar
Sukseskah Peranan Mahasiswa Sebagai Sosial Control?Protogonis, atau Antagonis??
Dulu, ketika masih berstatus siswa, saya begitu kagum sekaligus penasaran terhadap sosok seorang mahasiswa. Begitu banyak opini public, baik itu pro maupun kontra terhadap keberadaan mereka yang berkoor begitu membahana sebagai social control. Banyak yang simpati, namun tak sedikit juga antipati terhadap apa yang mereka perjuangkan. Kebetulan kakak saya juga pernah menjadi seorang mahasiswa.
Kalau melihat sosoknya,rasanya ngeri juga membayangkan lingkungan kampus yang dipenuhi oleh orang – orang seperti dia. Gondrong, anarkis, tukang demo, dan banyak hal lainnya yang membuat saya merasa illfill jika sehari hari harus berinteraksi dengan orang orang seperti dia, sama sekali tidak mencerminkan sosok seorang civitas akademika terkemuka di kota daeng tercinta. Namun lambat laun, harus saya akui, ada satu poin yang patut di acungi jempol pada diri kakak saya itu. Sosok pemikir yang idealis, kritis, inovatif, dan luar biasa berani dalam mengaspirasikan ide ide dan gagasan yang ada dalam kepalanya. Tak jarang sering terjadi perdebatan sengit antara ayah dan kakak di rumah. Ayah yang cenderung khawatir dengan sikap kakak yang terlalu arogan dan blak-blakan di kampus, akan menghadirkan sikap permusuhan dari pihak birokrat yang nantinya akan membawa petaka bagi kakak. Namun, anjing menggongong, kafilah tetap berlalu. Kakak tetap kokoh pada apa yang di yakininya. Hal tersebut menimbulkan satu pertanyaan besar dalam diri saya, doktrinisasi seperti apa yang di dapat kakak di kampus???
Itu cuma satu dari sekian banyak kejadian yang saya alami, yang mulai ragu akan eksistensi mahasiswa di kalangan masyarakat. Apakah keberadaan mereka lebih bayak manfaat atau mudaratnya ? Pernah juga saya menyaksikan perkelahian sengit antara dua tukang becak di dekat rumah, lalu di lerai oleh seorang temannya. Ada satu perkataannya yang betul betul membuat saya gamang. Yang melerai itu berkata pada dua temannya yang bertengkar “ Kalian berdua taunya menyelesaikan masalah dengan berkelahi, KAYAK MAHASISWA SAJA!! “ .
PLAAK!!! Benar benar terasa tamparan di pipi saya ketika kalimat itu terucap. Sosok yang sempat membuat saya kagum, seorang tokoh yang menurut saya memiliki kekuatan besar untuk melakukan perubahan, ternyata mendapat pandangan yang begitu negatif di mata masyarakat. Sosok – sosok yang sanggup menghimpun kekuatan pergerakan yang dahsyat, yang sanggup meruntuhkan 32 tahun pemerintahan orde baru,begitu rendah martabatnya, seakan- akan pejuang- pejuang reformasi itu hanya pembawa stigma-stigma kehancuran, dianggap degenerasi bagi penerus tongkat estafet pembangunan bangsa. Apakah pernyataan kakak bahwa mahasiswa adalah social control, the next leader, hanya sekedar apologi atas beberapa aksi mereka yang mungkin bisa di golongkan kasar menjurus anarkis? Pernah sekali saya terjebak kemacetan gara gara ada sekelompok mahasiswa yang melakukan demonstrasi menentang kenaikan BBM. Mereka memblokir jalan, sehingga jangankan mobil, motor pun tidak bisa lewat sama sekali. Saat itu saya berada di dalam sebuah angkutan umum. Jujur, tak satu pun penumpang di dalam kendaraan yang saya tumpangi memberi simpati kepada aksi mahasiswa tersebut. Bahkan ada yang blak-blakan mengatakan, bahwa dia lebih memilih menerima kenaikan BBM, daripada harus terjebak macet seperti ini. Apa ini bentuk ungkapan terima kasih masyarakat kepada pemuda pemudi yang rela berpanas panas ria, wajah tercoreng debu, membawa spanduk, dan berorasi hingga pita suara mereka nyaris putus tanpa di bayar sepeser pun?Apa ini bentuk social control yang kakak katakan? Apa ini sosok-sosok yang di anggap the next leader?
Sepulang di rumah saya pun menceritakan kejaadian yang saya alami itu pada kakak, yang ternyata juga ada di antara kerumunan aktivis tadi. Namun kakak cuma mengeluarkan satu pendapat singkat “ Untuk Mencapai suatu tujuan besar, di butuhkan pengorbanan yang tidak sedikit pula”. Kata kakak, itulah susahnya masyarakat Indonesia sekarang. Selalu ingin mendapat kehidupan yang lebih baik, tapi tidak sanggup menjalani proses metamorfosisnya. Menurut saya ,ada benarnya juga apa yang kakak bilang. Namun umpatan,cacian dan makian seisi kendaraan umum yang saya tumpangi tadi terus mengiang di telinga. Beginikah yang di namakan social control? Apakah sikap antipati masyarakat merupakan suatu nilai positif bagi kakak dan rekan rekan seperjuangannya. Apakah itu suatu pertanda bahwa apa yang mereka perjuangkan tidak sia-sia?
Pengalaman pengalaman tersebut mulai menimbulkan keraguan dalam hati saya, sama sekali tidak masuk akal kalau ada sebuah interaksi sosial, di mana elemen-elemen yang ada di dalamnya saling bertolak belakang satu sama lain. Benar – benar berlawanan dengan semua pelajaran yang saya dapat tentang interaksi – interaksi sosial masyarakat. Apakah mahasiswa yang terlalu lugu dan percaya bahwa apa yang mereka lakukan pasti mendapat respon yang positif, atau masyarakat yang tidak sadar bahwa semua itu merupakan sebuah proses ke arah yang lebih baik. Suatu waktu saya mendapat kesempatan berbincang dengan kakak. Tak sungkan sungkan saya pun langsung menumpahkan semua unek-unek saya selama ini, sebab semua hal yang saya alami belakangan ini begitu menyudutkan posisi mahasiswa, yang sebentar lagi akan saya jalani juga, mengingat pengumuman kelulusan SMU tinggal menghitung hari. Kalau bisa, hari ini juga saya ingin mendapat kepastian dan menentukan sikap apa saya ingin menjadi mahasiswa, atau itu cuma sekedar fatamorgana indah di waktu datangnya cahaya harapan akan sebuah pemahaman idealisme baru.
Bukannya menjawab, kakak malah balik bertanya, saya mau jadi mahasiswa atau tidak? Katanya,dalam pemikiran seorang mahasiswa yang benar-benar mahasiswa,tidak ada wilayah abu-abu. Yang ada Cuma hitam atau putih, ya atau tidak? Kontan pernyataan kakak ini membuat saya untuk sesaat tidak dapat berkata apa-apa. Sambil tersenyum, dia melanjutkan, katanya tidak perlu terlalu memahami hitam itu apa, putih itu apa, ikuti saja kata hati mu, dan yakini. Karena, apa pun yang kamu yakini, itu adalah idealisme kamu, dan idealisme itu relatif, tidak ada satupun aturan yang harus mengikat seseorang untuk menganut idealisme tertentu. Lagian juga, tidak selama juga seorang mahasiswa harus menapak jalanan sama dengan dengan mahasiswa lain. Itu merupakan pilihan, yang memilih itu kita, bukan pilihan yang memilihkan jalan untuk kita tapaki. Yang jelas jalani saja apa adanya, kata kakak semua jawaban akan datang dengan sendirinya selama kita mau membuka mata dan hati kita lebar-lebar.
Sekarang, saya sudah mulai memahami sedikit demi sedikit apa yang kakak pernah katakan dulu. Ternyata benar apa yang dia ucapkan, bahwa semua pertanyaan akan terjawab dengan sendirinya ketika saya sendiri telah menapaki jalan tersebut. Ternyata menjadi seorang mahasiswa, tidaklah seberat apa yang saya bayangkan dulu. Semua terasa tanpa beban ketika kita benar benar meyakini apa yang kita kerjakan, apapun halangan dan rintangan yang kita dapatkan, seakan hanya sebutir kerikil tak berarti. Selama kita yakin bahwa apa yang kita lakukan itu benar, hanya Tuhan yang bisa menahan langkah kita untuk terus maju. Namun sekarang muncul suatu pertanyaan skeptis, dalam peranan kita sebagai sosial control, apakah kita ini tokoh protogonis, atau antagonis?
Ketika memikirkan hal tersebut, yang muncul malah hal-hal pragmatis yang sama sekali tidak memuaskan. Pada satu sisi saya ingin sekali menjadi protogonis. Namun pengalaman pengalaman yang dulu seakan meneriakkan dengan lantang ke telinga saya, bahwa saya hanyalah seorang antagonis sejati dari sebuah dagelan kehidupan masyarakat yang penuh intrik dan kepentingan pribadi individualis sejati. Lalu, apakah itu bayaran yang pantas bagi kita yang terus memperjuangkan kebenaran dan hak hak manusia? Menjadi seorang antagonis?
Namun bagi saya, peranan adalah bagian dari manifestasi perjuangan. Syarat untuk menang ada tiga, berjuang, berjuang, dan terus berjuang!!!!!
Sesuai dengan pesan kakak “ Keep On Figting Till The end. The Days never end If I Wish To See The rising Sun Tomorrow “
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 21.00 0 komentar
Kamis, 19 Maret 2009
Create Fake Magazine Covers with your own picture at MeOnMag.com
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 19.14 0 komentar
Selasa, 17 Maret 2009
Jumat, 27 Februari 2009
Kamis, 26 Februari 2009
TUGAS TIK
RIZKY AFTARIA
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 08.52 0 komentar
Label: TUGAS 2
Kamis, 19 Februari 2009
Rabu, 11 Februari 2009
REMAJA DAN CINTA
Siapa sih yang ga kenal dengan yang namanya cinta?Cinta gitu lho! Adek gue yang masih es de sampe nenek gue yang udah uzur aja tau apa itu cinta.Apalagi remaja.Waduh!ini dia tingkatan usia yang pasti kenal dengan yang namanya cinta.Apa-apa cinta!Mau gini cinta!ingat si Anu cinta!Pokoke semuanya cinta deh.
Maklum aja remaja semangatnya masih berapi-api tapi jangan sampe terbakar yah. Soalnya remaja belum bisa me-manage hati dan pikirannya sendiri.Bisa-bisa remaja bisa terjerumus ke dalam sisi gelap cinta yaitu LUPA DIRI!
Sebenarnya cinta itu apa?Hebatnya dimana?Bisanya apa?
Cinta itu,,,C-I-N-T-A.Lima huruf yang memiliki sejuta makna.Lima huruf yang bisa bikin orang nangis bombay,ketawa-ketiwi gak jelas sampe bunuh diri! Waduh cinta seram juga yah! Eits tunggu dulu..Bukannya cinta itu indah?Cinta emang indah tapi ingat ga selamanya yang indah itu cinta.Siapa tau luarnya indah tapi dalamnya,,,Naujibileh.Amit-amit dah. Kadang-kadang kita mengejar keindahan jarena yakin di dalam keindahan itu terdapat cinta.Padahal cinta itu ga selamanya terbungkus dalam kertas kado yang indah, siapa tau cinta yang indah itu bisa kita temukan dalam kantong kresek atau dalam amplop bulukan yang kotoor banget.
Cinta ga bisa di tebak datangnya kapan,lewat mana,datang pake apa.Cinta itu ada dimana-dimana cuman sayangnya,mata hati kita ga terbuka dimana-mana.Atau memang hati kita ga punya mata?Ngga dong!Setiap hati punya mata koq.Tapi kebanyakan kita ga bisa buka mata hati.
Kembali lagi pada persoalan remaja,remaja belum bisa me-manage hatinya dengan baik.so mata hatinya pun belum bisa melek untuk melihat apa itu cinta.
Cinta itu indah koq.Beneran!Dan keindahan itu Cuma bisa kita dapatkan saat kita benar-benar mau membuka mata hati kita.Karena cinta itu dari hati.Abstrak.Jadi Cuma mata hati yang bisa lihat keindahan cinta.Jadi buat para remaja,hati-hati dalam hal cinta.Siapa tau lo nemuin cinta dalam kantong kresek.
Don’t judge a book by its cover.ok?!
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 09.41 0 komentar
Senin, 09 Februari 2009
TugasQ kowdonkz
Mengecam Kekerasan Terhadap Kebebasan Pers
Tak ada demokrasi tanpa kebebasan berpendapat. Kebebasan berpendapat merupakan salah satu hak paling mendasar dalam kehidupan bernegara. Pasal 19 DUHAM menyebutkan:
Setiap orang berhak atas kebebasan memiliki dan mengeluarkan pendapat. Dalam hal ini, termasuk memiliki pendapat tanpa gangguan dan untuk mencari, menerima, serta menyampaikan informasi dan buah pikiran melalui media massa, dengan tidak memandang batas.
Sesuai Prinsip Hukum dan Demokrasi, bahwa perlindungan hukum dan kepastian hukum dalam menegakkan hukum perlu ada keterbukaan dan pelibatan peran serta masyarakat. Untuk itu, kebebasan pers, hak wartawan dalam menjalankan fungsi mencari dan menyebarkan informasi harus dipenuhi, dihormati, dan dilindungi.
Ancaman terhadap kebebasan pers di Indonesia, umumnya datang dari dua pihak, yakni penguasa dan pemodal. Bentuk ancaman tersebut umumnya terjadi pada masa Orde Baru. Namun, setelah reformasi, keadaan berubah. Harus diakui keterbukaan informasi mulai terjadi. Pers bebas memberitakan segala tindak tanduk pemerintah, khususnya setelah UU Pers yang baru, UU No. 40 tahun 1999 ditetapkan. DALAM alam demokrasi, kebebasan pers adalah niscaya. Kebebasan pers diperlukan untuk menjamin hak masyarakat atas informasi.
Selain itu, kontrol sosial yang dilakukan pers akan berjalan signifikan jika diberikan ruang kebebasan. Adalah tak berlebihan jika pers pun acap dikatakan sebagai kekuatan keempat dalam negara demokrasi—di luar trias politica.
Memang diakui jika kebebasan pers menyimpan dilema tersendiri. Di satu sisi kebebasan pers dibutuhkan untuk “menyehatkan” iklim demokrasi, namun di sisi lain pers digugat karena sering kali menyebarkan virus negatif. Pernah dikatakan filsuf Perancis, Albert Camus, bahwa pers yang tidak bebas pasti berdampak buruk, sedangkan pers yang bebas bisa berdampak baik, tetapi juga bisa berdampak buruk. Adanya efek positif dan negatif dari kebebasan pers boleh jadi memang seperti dua sisi mata uang tak terpisahkan. Pertanyaan lebih lanjut, sikap tepat apa yang harus dilakukan terkait efek negatif dari kebebasan pers?
Menyikapi efek negatif dari kebebasan pers dengan cara penyensoran, pembreidelan, ataupun pelarangan tentu bukan lagi tepat di masa kini. Cara-cara seperti itu memungkinkan tumbuhnya otoritarianisme yang memandang kebenaran dari satu sudut pandang. Justru penyikapan paling tepat adalah pemberdayaan masyarakat untuk menilai keberadaan pers. Pernyataan sikap berbentuk teguran yang biasa dilancarkan selama ini cenderung kurang efektif jika tak dibarengi dengan upaya pencerdasan masyarakat.
Harus disadari jika eksistensi pers tak bebas kepentingan. Dalam kehidupan negara yang otoriter seperti pada era Orde Baru, pers dikendalikan oleh kekuatan negara. Apapun yang tidak selaras dengan keinginan dan ambisi negara, pers akan berada di ujung tanduk. Adapun pada saat ini diyakini jika kekuatan pasar amat digdaya memengaruhi kehidupan pers. Malah daya pengaruh dari kekuatan pasar cenderung tak kuasa dilawan karena sifatnya sering kali tak kasat mata. Jika pun istilah pers demokrasi dimunculkan untuk “menandingi” kekuatan negara dan pasar, tak berarti pers demokrasi benar-benar bebas kepentingan. Entah baik atau buruk, pers tetap menghasung visi dan misi sehingga anggapan ada pers bebas kepentingan bisa dikatakan salah kaprah.
Pada titik inilah alam pikiran kita diajak untuk merumuskan arah dari pers (yang) tak (pernah) bebas kepentingan itu. Idealnya, pers bergerak untuk kepentingan masyarakat dengan mengutamakan asas kebenaran. Multitafsir atas kebenaran di-“olah rasa” dengan nurani. Pers yang bernurani akan bergerak beralaskan prinsip moral dan tidak hanyut dalam kepentingan pasar yang kadang-kadang menyesatkan.
Intinya, nurani pers menjadi resep ampuh memelihara kebebasan pers. Resep ampuh menangkal efek negatif dari kebebasan pers bukan dengan cara-cara usang seperti pembreidelan, penyensoran, ataupun pelarangan, tapi “menuranikan” kehidupan pers itu sendiri. Di samping itu, sebagaimana diutarakan di muka, masyarakat harus diproyeksikan menjadi “pemegang kendali pers” yang kuasa menilai baik buruknya pers. Mencerdaskan masyarakat untuk berhadapan dengan kebebasan pers adalah keniscayaan karena pers pada dasarnya lahir dari, oleh, dan untuk masyarakat. Wallahu a'lam.
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 20.05 0 komentar
Sabtu, 07 Februari 2009
My personality type:
People-oriented and fun-loving, they make things more fun for others by their enjoyment. Living for the moment, they love new experiences. They dislike theory and impersonal analysis. Interested in serving others. Likely to be the center of attention in social situations. Well-developed common sense and practical ability.
Careers that could i fit include:
Actors, painters, comedians, adult entertainers, sales representatives, teachers, counselors, social workers, child care, fashion designers, interior decorators, consultants, photographers, musicians, human resources managers, clerical supervisors, coaches, factory supervisors, food service workers, receptionists, recreation workers, religious educators, respiratory therapists.
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 12.38 0 komentar
BANGSA
Manusia terbahagi dalam bangsa, negara dan segala perbatasan. Tanah airku adalah alam semesta. Aku warganegara dunia kemanusiaan.
KESENANGAN
Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka bekasnya. Tawa dan airmata datang dari sumber yang sama.
Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan;
WARISAN
Manusia yang memperoleh kekayaannya oleh kerana warisan, membangun istananya dengan yang orang-orang miskin yang lemah.
RESAH HATI
Jika manusia kehilangan sahabatnya, dia akan melihat sekitarnya dan akan melihat sahabat-sahabatnya datang dan menghiburkannya. Akan tetapi apabila hati manusia kehilangan kedamaiannya, dimanakah dia akan menemukannya, bagaimanakah dia akan bisa
memperolehinya kembali?
JIWA
Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan kerana alasan duniawi dan dipisahkan di hujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta… terus hidup… sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan.
LUAHAN
Setitiss airmata menyatukanku dengan mereka yang patah hati; seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam kewujudan… Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan…dari aku hidup menjemukan dan putus asa.
LAGU KEINDAHAN
Jika kamu menyanyikan lagu tentang keindahan, walau sendirian di puncak gurun, kamu akan didengari.
DIRI
Dirimu terdiri dari dua; satu membayangkan ia mengetahui dirinya dan yang satu lagi membayangkan bahawa orang lain mengetahui ia.
TEMAN MENANGIS
Kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa denganmu, tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis denganmu.
PEMAHAMAN DIRI
Orang-orang berkata, jika ada yang dapat memahami dirinya sendiri, ia akan dapat memahami semua orang. Tapi aku berkata, jika ada yang mencintai orang lain, ia dapat mempelajari sesuatu tentang dirinya sendiri.
HATI LELAKI
Ramai wanita yang meminjam hati laki-laki; tapi sangat sedikit yang mampu memilikinya.
PENULIS
Kebanyakan penulis menampal fikiran-fikiran mereka yang tidak karuan dengan bahan tampalan daripada kamus.
HARTA BENDA
Harta benda yang tak punya batas, membunuh manusia perlahan dengan kepuasan yang berbisa. Kasih sayang membangunkannya dan pedih peri nestapa membuka jiwanya.
OBOR HATI
Tuhan telah menyalakan obor dalam hatimu yang memancarkan cahaya pengetahuan dan keindahan; sungguh berdosa jika kita memadamkannya dan mencampakkannya dalam abu.
KESEPIAN
Kesepianku lahir ketika orang-orang memuji kelemahan-kelemahanku yang ramah dan menyalahkan kebajikan-kebajikanku yang pendiam.
KEABADIAN PANTAI
Aku berjalan selalu di pantai ini. Antara pasir dan buih, Air pasang bakal menghapus jejakku. Dan angin kencang menyembur hilang buih putih. Namun lautan dan pantai akan tinggal abadi
MEMAHAMI TEMAN
Jika kamu tidak memahami teman kamu dalam semua keadaan, maka kamu tidak akan pernah memahaminya sampai bila-bila.
MANUSIA SAMA
Jika di dunia ini ada dua orang yang sama, maka dunia tidak akan cukup besar untuk menampung mereka.
MENCINTAI
Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia, sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut dari manusia penuh berkat yang mencinta.
CERMIN DIRI
Ketika aku berdiri bagaikan sebuah cermin jernih di hadapanmu,
kamu memandang ke dalam diriku dan melihat bayanganmu. Kemudian kamu berkata,
Aku cinta kamu.
Tetapi sebenarnya, kamu mencintai dirimu dalam diriku
KEBIJAKSANAAN
Kebijaksanaan tidak lagi merupakan kebijaksanaan apabila ia menjadi terlalu angkuh untuk menangis, terlalu serius untuk tertawa, dan terlalu egois untuk melihat yang lain kecuali dirinya sendiri.
KEBENARAN
Diperlukan dua orang untuk menemui kebenaran; satu untuk mengucapkannya dan satu lagi untuk memahaminya.
NYANYIAN PANTAI
Apakah nyanyian laut berakhir di pantai atau dalam hati-hati mereka yang mendengarnya?
Klik disini untuk melanjutkan »»
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 11.56 0 komentar
aku tak mengerti apa yg kurasakan saat ini,,,rasanya terlalu cepat waktu berlalu dan tanpa kusadari,perasaan yang dulunya ku sebut cinta perlahan berganti menjadi benci yang tertanam kuat dalam hatiku...
AKU benci dia,,!Dan sebisa mgkin aq harus menghapus dia dari pikiranku,hatiku dan kehidupanku.
HARUS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 09.58 0 komentar
Jumat, 06 Februari 2009
Tugas ku KoWdoNkz
1 Kebebasan Pers atau Pers Bebas
Setelah rezim Orde Baru 1998 jatuh, kehidupan pers di Indonesia memasuki era kebebasan yang nyaris tanpa restriksi (pembatasan). Bila di era Orba terjadi banyak restriksi, di era reformasi ini pers menjadi bebas tanpa lagi ada batasan-batasan dari kebijakan pemerintah.
Konstelasi tersebut, tentu sangat dibutuhkan pers dan dalam upaya perwujudan masyarakat demokratis serta perlindungan HAM. Bukankah kebebasan untuk memperoleh dan menyebarluaskan informasi (inti dari kebebasan pers) diakui dalam konstitusi kita (pasal 28 yunto pasal 28F UUD 45 amandemen keempat) serta pasal 19 Deklarasi Universal HAM?
Karena itu, pers yang bebas sangat penting dan fundamental bagi kehidupan demokratis. Sekalipun bisa diakui, bahwa pers yang bebas bisa baik dan buruk. Tapi, tanpa kebebasan pers, sebagaimana yang dikatakan novelis Prancis, Albert Camus, yang ada hanya celaka.
Kemudian, dimanakah keburukan pers bebas? Pers bebas menjadi buruk. Menurut Jacob Oetama, bila kebebasan pers yang dimiliki pengelola pers itu tidak disertai peningkatan kemampuan profesional, termasuk di dalamnya professional ethics (Jacob Oetama, 2001).
Apakah kemampuan profesional pengelola pers sekarang sudah meningkat? Persoalan tersebut mungkin bisa diperdebatkan. Namun, apakah etika profesional pengelola pers tersebut sudah meningkat? Rasanya, pertanyaan itu mudah dijawab, yakni secara umum malah merosot. Kalangan tokoh pers sendiri mengakui hal tersebut.
Lukas Luwarso, mantan Direktur Eksekutif Dewan Pers menjelaskan, bahwa kebebasan pers yang sangat longgar saat ini tidak hanya menumbuhkan ratusan penerbit baru. Akan tetapi, juga menimbulkan kebebasan pers yang anarkis. Kebebasan pers telah menghadirkan secara telanjang segala keruwetan dan kekacauan. Publik bisa menjadi leluasa membaca dan menyaksikan pola tingkah figur publik. Serta, hampir tidak ada lagi rahasia atau privasi. Tabloid-tabloid yang sangat sarat berita dan foto pornografi sangat marak. Judul-judulnya pun sensasional, menakutkan dan bahkan menggemparkan (scare headline).
Mekanisme untuk menghentikan kebebasan pers yang kebablasan tersebut secara formal hanya bisa dilakukan melalui dua cara. Yakni, melalui pengadilan dan penegakkan etika profesi oleh dewan pers atau atas kesadaran pengelola pers untuk menjaga kehormatan profesinya (Lengkapnya baca : “Pasal Pornografi Dalam Pers”).
Guna memaksa, cara kedua ini mungkin lemah dan kekuatannya hanya merupakan moral prefosi. Sejarah membuktikan, mengharapkan Dewan Pers berdaya menegakkan etika profesi wartawan adalah sesuatu yang otopis. Sedangkan cara pertama, penegakkan hukum di pengadilan itu lebih efektif karena bersifat memaksa dan ada institusi negara untuk memaksakannya.
Dalam konteks tersebut, tindakan polisi sebagai ujung tombak sistem peradilan pidana menjadi tumpuan. Kalau polisi pasif saja dan menunggu laporan, apalagi kalau malah ikut menikmati, tentu pers porno akan kondusif berkembang.
Selama penegak hukum kita gampang “dikompromi,” maka tidak terlalu salah pendapat yang mengatakan, polisi kita sudah tak berdaya alias loyo didalam memberantas pornografi.*(IB)
2Berdasarkan ketentuan pasal 33 UU No. 40 tahun 1999 tentang pers, fungi
pers ialah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial .
Sementara Pasal 6 UU Pers menegaskan bahwa pers nasional melaksanakan peranan
sebagai berikut:
memenuhi hak masyarakat untuk
mengetahuimenegakkkan nilai-nilai dasar
demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia,
serta menghormati kebhinekaanmengembangkan pendapat umum
berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benarmelakukan pengawasan, kritik,
koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umummemperjuangkan keadilan dan kebenaran
Berdasarkan fungsi dan peranan pers
yang demikian, lembaga pers sering disebut sebagai pilar keempat demokrasi( the
fourth estate) setelah lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif , serta
pembentuk opini publik yang paling potensial dan efektif. Fungsi peranan pers
itu baru dapat dijalankan secra optimal apabila terdapat jaminan kebebasan pers
dari pemerintah.
Menurut tokoh pers, jakob oetama , kebebsan pers menjadi syarat mutlak agar
pers secara optimal dapat melakukan pernannya. Sulit dibayangkan bagaiman
peranan pers tersebut dapat dijalankan apabila tidak ada jaminan terhadap
kebebasan pers.
Pemerintah orde baru di Indonesia sebagai rezim pemerintahn yang sangat
membatasi kebebasan pers . hl ini terlihat, dengan keluarnya Peraturna Menteri
Penerangan No. 1 tahun 1984 tentang Surat Izn Usaha penerbitan Pers (SIUPP),
yang dalam praktiknya ternyata menjadi senjata ampuh untuk mengontrol isi
redaksional pers dan pembredelan.
Albert Camus, novelis terkenal dari Perancis
pernah mengatakan bahwa pers bebas dapat baik dan dapat buruk , namun tanpa
pers bebas yang ada hanya celaka.
Oleh karena salah satu fungsinya ialah melakukan kontrol sosial itulah,
pers melakukan kritik dan koreksi terhadap segal sesuatu yang menrutnya tidak
beres dalam segala persoalan. Karena itu, ada anggapan bahwa pers lebih suka
memberitakan hah-hal yang slah daripada yang benar. Pandangan seperti itu
sesungguhnya melihat peran dan fungsi pers tidak secara komprehensif, melainkan
parsial dan ketinggalan jaman.Karena kenyataannya, pers sekarang juga
memberitakan keberhasilan seseorang, lembaga pemerintahan atau perusahaan yang
meraih kesuksesan serta perjuangan mereka untuk tetap hidup di tengah berbagai
kesulitan.
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 20.18 0 komentar
Selasa, 03 Februari 2009
Fool again

Baby, I know the story
I've seen the picture
It's written all over your face
Tell me, what's the secret
That you've been hiding
Who's gonna take my place
I should've seen it coming
I should have read the signs
Anyway...I guess it's over
Can't believe that I'm the fool again
I thought this love would never end
How was I to know
You never told me
Can't believe that I'm the fool again
And I who thought you were my friend
How was I to know
You never told me
Baby, you should've called me
When you were lonely
When you needed me to be there
Sadly, you never gave me two many chances
To show how much I care
I should've seen it coming
I should have read the signs
Anyway...I guess it's over
Can't believe that I'm the fool again
I thought this love would never end
How was I to know
You never told me
Can't believe that I'm the fool again
And I who thought you were my friend
How was I to know
You never told me
About the pain and the tears
Oh, Oh, Oh
If I could, I would
Turn back the time
I should've seen it coming
I should have read the signs
Anyway...I guess it's over
Can't believe that I'm the fool again
I thought this love would never end
How was I to know
You never told me
Can't believe that I'm the fool again
And I who thought you were my friend
How was I to know
You never told me
Can't believe that I'm the fool again
I thought this love would never end
How was I to know
You never told me
Can't believe that I'm the fool again
And I who thought you were my friend
How was I to know
You never told me
fade out
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 16.06 0 komentar

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 15.50 0 komentar
Kamis, 29 Januari 2009

Abu Hurairah ra meriwayatkan, Rasulullah pernah bersabda, orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih lebih di cintai ALLAH daripada orang mukmin yang lemah.Setiap orang selalu mempunyai kelebihan sendiri-sendiri.Oleh karena itu,tekuni apa yang kira-kira membawa manfaat untukmu dan mintalah pertolongan kepada ALLAH,serta jangan sampai kalian menjadi lemah ketika kalian tertimpa suatu musibah, janganlah kalian mengatakan “seandainya saja aku melakukan begini-begini,,,,,” tapi katakanlah “ALLAH telah menentukan segalanya.Dia bisa melakukan apa saja yang di kehendaki-Nya” Sesengguhnya kata-kata seandainya bisa memberi peluang pada perbuatan setan
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 18.12 0 komentar
Minggu, 25 Januari 2009
Ya Rabb,,
Jika suatu hari dia datang kembali
ku mohon bantu aku untuk menghapus kebencian ini
bantu aku menghias wajahku dengan senyum
dan memperbaiki keadaan ini
sekali lagi
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 10.45 0 komentar
Jumat, 23 Januari 2009
Selasa, 20 Januari 2009

Rasul pernah bersabda:
ALLAh berfirman,"Aku sesuai prasangka hambaku.Aku akan selalu bersamanya jika dia mengingatku.Kegembiraan ALLAH atas pertaubatan hambanya melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan petunjuk jalan setelah tersesat di tengah padang pasir.Siapa yang mendekat pada-Ku sejengkal,Aku akan mendekatinya sehasta.Siapa yang mendekati-Ku sehasta,Aku akan mendekatinya se depa.Jika dia menuju kepada-Ku dengan berjalan maka Aku akan bergegas kepadanya dengan berjalan cepat. (HR. Muslim)
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 19.21 0 komentar
orang mukmin
- Orang muslim adalah orang yang jika orang muslim lainnya tidak merasa terganggu oleh lisan dan tangannya.Sedangkan org mukmin adalah orang yang membuat orang lain merasa aman terhadap darah dan hartanya. AL-Hadits
- Sesungguhnya ALLAH memerintahkanku untuk menyambung tali silaturrahmi pada orang yang memutuskan silaturrahmi denganku.Aku diperintahkan untuk mengampuni yang zalim terhadapku dan memberi kepada orang yang tidak memberi kepadaku. AL-Hadis
- Tidaklah seorang Mukmin ditimpa sebuah kesedihan,kegundahan dan kerisauan kecuali ALLAH pasti akan menghapus sebagian dosa-dosanya. AL-Hadits
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 18.48 0 komentar
My heart
Dia masih disini tapi tidak bersamaku
Dia masih tersenyum tapi bukan untukku
Dia masih berjalan namun tak lagi mengiringiku
Aku kehilangan dia
Aku kehilangan senyumnya
Aku kehilangan segalanya tentang dia
Ya Rabb,,
Kembalikan dia padaku meskipun bukan menjadi milikku
Kembalikan senyumnya untukku meski itu bukan karenaku
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 18.07 0 komentar
Minggu, 18 Januari 2009
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 16.23 0 komentar
Sabtu, 17 Januari 2009
what's up?
Saat aku pergi,,aku ingin mereka tahu bahwa anugerah terindah yang ALLAH berikan padaku adalah saat aku dipertemukan dengan mereka.
Dan
Aku juga ingin mereka tahu bahwa apapun yang terjadi
aku akan menjadi teman terbaik untuk mereka
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 18.56 0 komentar
Pernah kah mereka tahu?
Aku tak tahu sampai kapan aku berjalan dalam dimensi yang asing
sepi...
sendiri...
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 12.07 0 komentar
tentang aku

Ya Rabb,,,,
Bagaimana aku bisa melupakannya
sementara angin selalu meniupkan namanya di telingaku
Bagaimana aku bisa melupakannya
sementara hatiku masih dipenuhi goresan namanya
Bagaimana aku bisa melupakannya
Jika aku terlalu mencintainya
Kepada dia yang kucinta
Ajarkan padaku dua hal saja
Mencintaimu,,,,,,,
atau
Membencimu,,,,,,,,,
Diposting oleh RiRin aLwaYs heRe di 11.22 0 komentar



